Bepergian dengan kereta merupakan alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan-jalan Jakarta. Dengan sistem KAI Commuter Line (KRL, kereta rel listrik) yang senantiasa dikembangkan untuk meningkatkan kepuasan penumpang, jarak antara Jakarta dan kota-kota pendukung di sekitarnya dapat dipersingkat.
menuju terminal 1 skytrain

Peringatan Hari  Aksara Internasional tahun ini mengusung tema Literacy in Digital world. Di era digital masa ini, mau tidak mau kita harus berhadapan dengan teknologi dan informasi elektronik. Digitalisasi telah merambah ke berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan masih menjadi pro kontra.
Semua berawal dari Frankfurt Bookfair tahun 2015 dimana Indonesia diundang menjadi tamu kehormatannya. Event tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu dunia internasional tentang kebudayaan kita. Untuk memenuhi hasrat mereka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian membentuk Komite Buku Nasional yang bertugas menerjemahkan buku lokal ke bahasa asing sesuai permintaan negara yang bersangkutan.

Pagi ini lebih aneh dibandingkan senin-senin sebelumnya. Meskipun kemacetan bukan barang baru bagi para komuter, namun hari ini macetnya benar-benar luar biasa. Normalnya saya dapat mencapai terminal bus bandara hanya dalam waktu 10 menit, namun dari berangkat pk. 05.45, baru sampai 06.20. Itu baru di depok, ternyata kemacetan pun mengular di sepanjang tol lingkar luar Jakarta. Pada pukul 08.00 bus bandara baru mencapai Pasar Rebo. Oh, tidak. Satu setengah jam kemudian barulah kami dapat melepaskan diri dari kemacetan menuju gerbang tol Meruya.