Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Polisi Grobogan, Jawa Tengah menyatroni toko swalayan dan menyita beberapa buku terkait dengan tokoh-tokoh partai komunis Indonesia (PKI). Ada tujuh judul buku yang disita polisi, yaitu Siapa Dalang G30S PKI, The Missing Link G30S PKI, Fakta dan Rekayasa G30S PKI, Komunisme Ala Aidit, Tempo Musso, Peristiwa 1 Oktober, dan Nyoto Peniup Saxofon di Tengah Prahara.

Kalau kita melihat sejarah, pelarangan edar buku telah terjadi bahkan sebelum Indonesia berdiri. Kasus-kasus tulisan yang dianggap menentang pemerintahan di masa kolonial belanda dilarang terbit di surat kabar dan koran.
Oleh: Elga Andina

[Calon peneliti bidang kepakaran Psikologi]

telah dipublikasikan dalam buku ”Pencapaian Millenium Development Goals Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.” dengan judul Peta Pendidikan dan Pekerjaan Perempuan di Provinsi Aceh.  Jakarta: Penerbit Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal DPR RI, 2010. ISBN:978-602-8722-33-9.



Pendidikan itu sama pentingnya bagi laki-laki dan perempuan,

dengan begitu kita tahu bagaimana cara bertahan hidup

~Twilight Samurai, 2002

Cita-cita pendiri negeri ini adalah memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Untuk menciptakan kondisi ideal tersebut, maka mutlak dibutuhkan pemerataan pembangunan baik secara fisik maupun moril. Pendidikan sebagai tiang pembangunan moril menempati posko yang terdepan, karena dengan pengetahuan maka manusia dapat mengembangkan dirinya.
sumber: First Class (2014)
Religius | Jujur | Toleransi | Disiplin | Kerja keras | Kreatif |Mandiri | Demokratis |Rasa ingin tahu | Semangat kebangsaaan | Cinta tanah air | Menghargai prestasi | Bersahabat dan komunikatif | Cinta damai | Gemar membaca | Peduli lingkungan | Peduli sosial | Tanggung jawab.

Baru saja saya menuliskan 18 nilai karakter yang ingin dibangun melalui pendidikan nasional kita. Kesemua nilai diatas merupakan ramuan dan fokus yang ingin dicapai Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Ide besarnya adalah memasukkan nilai-nilai tersebut dalam mata pelajaran sehingga nantinya sekolah dapat mencetak lulusan yang berkarakter.