Showing posts with label sisbuknas. Show all posts
Showing posts with label sisbuknas. Show all posts

Peringatan Hari  Aksara Internasional tahun ini mengusung tema Literacy in Digital world. Di era digital masa ini, mau tidak mau kita harus berhadapan dengan teknologi dan informasi elektronik. Digitalisasi telah merambah ke berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan masih menjadi pro kontra.
Semua berawal dari Frankfurt Bookfair tahun 2015 dimana Indonesia diundang menjadi tamu kehormatannya. Event tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu dunia internasional tentang kebudayaan kita. Untuk memenuhi hasrat mereka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian membentuk Komite Buku Nasional yang bertugas menerjemahkan buku lokal ke bahasa asing sesuai permintaan negara yang bersangkutan.

Polisi Grobogan, Jawa Tengah menyatroni toko swalayan dan menyita beberapa buku terkait dengan tokoh-tokoh partai komunis Indonesia (PKI). Ada tujuh judul buku yang disita polisi, yaitu Siapa Dalang G30S PKI, The Missing Link G30S PKI, Fakta dan Rekayasa G30S PKI, Komunisme Ala Aidit, Tempo Musso, Peristiwa 1 Oktober, dan Nyoto Peniup Saxofon di Tengah Prahara.

Kalau kita melihat sejarah, pelarangan edar buku telah terjadi bahkan sebelum Indonesia berdiri. Kasus-kasus tulisan yang dianggap menentang pemerintahan di masa kolonial belanda dilarang terbit di surat kabar dan koran.